Hoki Bebek Sadegan

Kuliner Nusantara

Jika Anda ke sini, siap-siap kecewa. Kecewa karena kehabisan dan sulit diprediksi. Anda bisa pulang dengan nelangsa sembari hanya menghirup sisa-sisa aroma kenikmatan. Begitulah Bebek Sadegan, dia memberi dua kemungkinan efek samping: nelangsa atau bahagia.

Kenikmatan hidangan bebek dari warung bebek goreng Bu Sri di Dusun Sadegan, Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidaklah mudah untuk didapatkan. Tidak sekadar bekal butuh perut lapar dan bekal uang untuk bayar. Untuk mendapatkan setiap porsi bebeknya perlu sedikit ”informasi pendahuluan” dan banyak keberuntungan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warung makan Bu Sri dengan hidangan andalan hasil olahan daging bebek di Desa Sumberarum, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Warung Bebek Sadegan menawarkan olahan daging bebek, kepala dan ati ampela dalam dua versi, goreng dan opor. Susunan menu makanan itu bersama menu minuman terpampang di papan besar tanpa ada tulisan harga yang menyertai. Namun, itu tidak krusial karena setiap pengunjung selalu menampakkan wajah tanpa ekspresi keberatan saat datang ataupun saat menuntaskan urusan di meja kasir.

Warung bebek goreng Bu Sri adalah warung bebek milik Sri Robiah (51), atau yang lebih sering disebut orang sebagai Warung Bebek Sadegan. Berlokasi jauh dari keramaian, warung ini bisa ditemui setelah melewati jalan-jalan selebar sekitar 3 meter, melewati perkampungan, lapangan bola, dan banyak hamparan sawah.

Untuk lebih amannya, setiap orang yang ingin menikmati hidangan dari warung ini sebaiknya memesannya terlebih daulu melalui telepon. Hal ini menjadi kebiasaan para pelanggan yang sudah datang lebih dari sekali.

Tiyok (31), warga Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, mengatakan, bisa mendapat menu bebek tanpa memesan lebih dulu lewat telepon adalah hoki, keberuntungan besar. Sejak jadi penikmat kuliner di warung ini sekitar tiga tahun lalu, dia sempat tiga kali kecewa karena tidak mendapat bebek yang diinginkannya.

”Saya pernah mencoba datang sebelum jam makan siang sekitar pukul 10.30. Namun, ketika itu saya tidak beruntung karena yang tersisa tinggal kepala,” ujarnya.

Daging bebek pada setiap sajian di warung ini, baik bebek goreng maupun opornya, terasa sangat lembut di lidah. Kelembutan daging ini menambah kenikmatan bumbu yang merasuk hingga lapisan terdalam. Bebek juga terasa makin mantap disantap dengan kuah kuning opor, yang selalu disajikan, bahkan saat pengunjung meminta hidangan bebek goreng.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Bebek Goreng dan Opor Bebek

Tuangkan kuahnya ke atas nasi, bebek dengan paduan sambal cabai hijau yang menyertai sudah cukup membuat pengunjung, tanpa terasa, menambah nasi putih, yang memang disediakan bebas untuk diambil kapan saja. Takaran nasi, banyak atau sedikit, tidak dikenai harga.

Bumbu pada bebek dan kuah opor, yang demikian sedap, membuat banyak pengunjung tak buru-buru pergi sekalipun daging bebek sudah habis. Banyak dari mereka masih menyuapkan kuah opor atau menyesap rasa bumbu hingga ke bagian tulang. Tak heran, sering kali perilaku itu menimbulkan suara berkecap tanpa henti. Duh, sedapnya…!

Sri Robiah tidak bisa mengingat kapan warung bebek ini berdiri. Dia hanya bisa memastikan bahwa dialah generasi ketiga penerus warung setelah nenek dan ibunya. Selama rentang masa yang lama itu pula, dia pun berusaha agar cita rasa, bumbu, dan cara memasak tidak berubah.

Berjam-jam

Kelezatan rasa Bebek Sadegan didapat dari kerja keras berikut lama waktu serta rangkaian proses panjang untuk memasak. Hal tersulit ada di bagian mencabuti bulu. Proses keseluruhan sejak membersihkan bebek dari bulu hingga selesai memasak butuh waktu lama, sekitar 5-8 jam.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Bebek Goreng dan Opor Bebek

Sri Robiah mengaku sebenarnya tidak ada yang istimewa pada bumbu. Sama seperti bumbu opor biasa, terdiri dari racikan bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, sereh, dan ketumbar. Dipadu dengan santan yang tidak terlalu kental, bebek itu dimasak opor terlebih dulu, baru digoreng jika pelanggan menginginkan.

Sejak dulu hingga sekarang, proses memasak dilakukan di atas tungku kayu lebar yang berada di belakang warung. Cara memasak dengan tungku kayu ini tetap dipertahankan karena hanya tungku inilah yang bisa membuat bumbu dalam panci besar bebek termasak sempurna, dengan panas merata.

”Kami tidak mungkin memasak dengan menggunakan kompor gas karena sekali memasak kami memakai panci besar yang langsung berisi 13 ekor bebek,” ujar Mugi (24), salah seorang putra Sri.

Dua puluh bebek memang menjadi ”porsi wajib” untuk dimasak setiap hari. Bukan angka keramat, atau bermakna mistis, angka inilah yang diyakini tepat, sesuai dengan kemampuan lima orang yang ada di dapur warung bebek Bu Sri.

”Sejak awal berdiri, kami pernah mencoba memulai dengan memotong dua ekor, tiga ekor, dan seiring dengan bertambahnya pengunjung, jumlah terus ditambah dan akhirnya jumlah yang dirasa pas adalah 20 ekor,” ujar Dwi Puji, putri Sri.

Lima orang itu adalah Sri, anak-anak, berikut para kerabatnya. Tidak ada spesifikasi pekerjaan khusus, semua orang itu mahir mengerjakan semua hal terkait dengan aktivitas dapur, mulai dari mencabuti bulu bebek hingga memasak.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sambal

Jika stok 20 bebek itu habis, menurut Dwi, mereka kerap menambah memasak sebagian bebek yang telah disiapkan untuk stok keesokan pagi, tetapi maksimal hanya lima bebek saja.

”Memasak tambahan lima bebek saja sudah makan banyak waktu dan tenaga. Kami tidak mampu,” ujarnya.

Untuk menjaga agar setiap masakan terhidang dengan cita rasa dan kualitas optimal, pengelola warung ini sengaja membatasi memakai 20 bebek saja untuk dijadikan sekitar 80 porsi per hari. Demi kualitas terjaga optimal itulah, Sri dan keluarganya memilih untuk tidak mendaftarkan warung bebek Bu Sri di aplikasi ojek daring.

Selain itu, keluarga Sri Robiah juga tidak pernah melakukan promosi warung secara berlebihan. Mereka khawatir nantinya tidak mampu melayani pembeli.

Sekian lama berdiri, warung bebek Bu Sri hanya mengandalkan promosi secara gethok tular, dari mulut ke mulut. Dari upaya itu saja, banyak pengunjung berdatangan dari beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

Oleh : Regina Rukmorini

Harian Kompas, 24 Februari 201

WATER SPORT PACKAGE TOUR

Padang Padang Beach

Water Sport Tj Benoa

1.  Full Day Tanjung Benoa – Padang Padang – Uluwatu

The Guest will be taken to Tanjung Benoa Bali Marine Watersports  are the axciting sea activities and fun with great challenge for everyone who joins this sport ( Banana Boat Riding, Glass Botom Boat and Turtle Island are included ). The Trip will continue to visit Padang Padang Beach is a famous surf spot in Bali with great waves and white sand 100 meters from north to south. Upon finish will be taken to Uluwatu Temple is originally used as a place to worship a holy priest from the 11th century, Temple itself stands firmly at the top and at the tip of very steep cliff 97 meters, look perched on a cliff protunding into the sea, sea view is very beautiful. Every evening before sunset can be watched Kecak dance, with background that is very beautiful sunset.

Continue reading “WATER SPORT PACKAGE TOUR”

SIGHT SEEING PACKAGE TOUR

Jatiluwih Rice Terrace

Butterfly Park

1.  Full Day Jatiluwih – Taman Kupu Kupu – Tanah Lot

The Guest will be taken to Jatiluwih Rice Terrace located 700 meters above sea level is one of the most beautiful, with extensive and panoramic views of the spacious and stunning rice fields. The Trip will continue to visit Butterfly Park is the only park in Indonesia that breed once anchor butterfly for the purposes of scientific knowledge. The park is also one of the interesting attractions in Bali and visited by many local and foreign tourist. Upon finish will be taken to Tanah Lot Temple is a natural tourist attraction is very popular many visitors who come to Bali, and the temple is located on top of the boulder and on top of cliff that just into the sea. Every evening before sunset can be watched Kecak dance, with background that is very beautiful sunset.

Continue reading “SIGHT SEEING PACKAGE TOUR”

ARTIST COMMUNITY PACKAGE TOUR

  1. Full Day Barong – Tirta Empul – Kintamani

The Guest will be taken to the Barong Dance Peformance in the Village of Batubulan. Barong is one of the most famous dance, with tells the struggle between good and evil. The Trip will continue to visit Tirta Empul Temple in Tampaksiring. Tirta Empul is one of heritage sites. For Trevellers who want a taste, the freshness of the water in Taman Tirta Empul. In this area The is a Presidential Palace was build after Indonesia’s Independence. Upon finish will be taken to Kintamani is one of the favorite tourist destinations in Bali with active Mount Batur Volcano and Lake are beautiful. Continue reading “ARTIST COMMUNITY PACKAGE TOUR”

Adventure Package Tour

Bali Safari & Marine Park

1.  Full Day Bali Safari – Water Fall – Agrotourism

The Guest will be taken to enjoy and experience Bali Safari and  Marine Park. The Trip will continue to visit a nice view of Tegenungan Waterfall, people can swim and take a bath in natural pool. Upon finish will be taken to the natural coffee plantation at Agrotourism, there will be free tasted coffee and tea while enjoy surrounding panorama in the Garden.

Continue reading “Adventure Package Tour”

Tradisi Mayu, Mantra Damai Warga Tengger

Upacara Adat

Tradisi Mayu, Mantra Damai Warga Tengger

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI

Upacara adat Mayu di Tengger saat melantik Kepala Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (2/1/2019). Hidup bergotong royong terus dipelihara di Desa Ngadas.

Rabu (2/1/2019), Supriasih sibuk menata makanan untuk warga dan undangan. Sesekali ia menengok ke belakang, tempat para perempuan Tengger mengelilingi perapian menyiapkan rawon. Di halaman depan,  sesepuh, tuan rumah Mujianto dan keluarganya, serta undangan dan  perangkat desa mengikuti ritual adat Mayu.

Continue reading “Tradisi Mayu, Mantra Damai Warga Tengger”

Festival Desa Budaya di Karangasem, Bali

PARIWISATA

Festival Desa Budaya Dunia di Karangasem untuk Gairahkan Pariwisata

 

DENPASAR, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali, berupaya terus memulihkan kegiatan perekonomian masyarakat, termasuk jasa kepariwisataannya, setelah meredup selama berlangsungnya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Dalam momentum pemulihan sektor pariwisata daerah, Pemerintah Kabupaten Karangasem memfasilitasi penyelenggaraan Festival Desa Budaya Dunia Karangasem 2018 pada Jumat (23/11/2018) hingga Minggu (25/11/2018).

Continue reading “Festival Desa Budaya di Karangasem, Bali”

Pulau Merak Kecil – Banten

Obyek Wisata

Keindahan Tersembunyi Pulau Merak Kecil

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS (BAY) 28-07-2018

Sejumlah wisatawan bercengkerama di Pulau Merak Kecil, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (28/7/2018). Pulau itu berada tidak jauh dari Pelabuhan Merak.

Pulau Merak Kecil yang terletak di ujung barat daya Pulau Jawa nyaris tersembunyi. Namun, posisinya itu malah menarik minat wisatawan untuk melepas penat sambil menikmati panorama hijaunya pemandangan, kapal-kapal besar tengah berlayar, dan kawasan industri Cilegon dari kejauhan.

Continue reading “Pulau Merak Kecil – Banten”

Pagelaran Musik Jazz

URBAN

Karena…, Jazz Itu ”Menjual”

KOMPAS/FRANS SARTONO Pagi di Jazz Gunung di amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, pada akhir Juli lalu.

Festival jazz menyulut animo di sejumlah daerah di Indonesia. Ia berkembang sebagai representasi gaya hidup urban. Namun, ini tak lantas menjamin karya musik jazz laris manis pada segmen penikmat musik yang meluas. Pergelaran musik yang mengusung nama jazz sukses menggerakkan massa ke banyak kota—dan desa—di Indonesia. Sebutlah sebagian di antaranya Ngayogjazz di lingkungan perdesaan Yogyakarta, Mahakam Jazz Fiesta di tepi Sungai Mahakam, Ijen Summer Jazz dan Jazz Gunung di pegunungan Jawa Timur, hingga Ubud Village Jazz Festival di Bali.

Continue reading “Pagelaran Musik Jazz”