Pulau Merak Kecil – Banten

Obyek Wisata

Keindahan Tersembunyi Pulau Merak Kecil

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS (BAY) 28-07-2018

Sejumlah wisatawan bercengkerama di Pulau Merak Kecil, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (28/7/2018). Pulau itu berada tidak jauh dari Pelabuhan Merak.

Pulau Merak Kecil yang terletak di ujung barat daya Pulau Jawa nyaris tersembunyi. Namun, posisinya itu malah menarik minat wisatawan untuk melepas penat sambil menikmati panorama hijaunya pemandangan, kapal-kapal besar tengah berlayar, dan kawasan industri Cilegon dari kejauhan.

Continue reading “Pulau Merak Kecil – Banten”

Pagelaran Musik Jazz

URBAN

Karena…, Jazz Itu ”Menjual”

KOMPAS/FRANS SARTONO Pagi di Jazz Gunung di amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, pada akhir Juli lalu.

Festival jazz menyulut animo di sejumlah daerah di Indonesia. Ia berkembang sebagai representasi gaya hidup urban. Namun, ini tak lantas menjamin karya musik jazz laris manis pada segmen penikmat musik yang meluas. Pergelaran musik yang mengusung nama jazz sukses menggerakkan massa ke banyak kota—dan desa—di Indonesia. Sebutlah sebagian di antaranya Ngayogjazz di lingkungan perdesaan Yogyakarta, Mahakam Jazz Fiesta di tepi Sungai Mahakam, Ijen Summer Jazz dan Jazz Gunung di pegunungan Jawa Timur, hingga Ubud Village Jazz Festival di Bali.

Continue reading “Pagelaran Musik Jazz”

Tokoh di Balik Perakitan GWK

DJUKI RIDWAN

Djuki Ridwan, “Konduktor” Pembangunan Patung GWK

KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Djuki Ridwan (54), manajer proyek pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana di GWK Park, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (2/8).

Pembangunan patung raksasa Garuda Wisnu Kencana di Desa Ungasan, Kabupaten Badung, Bali selayaknya pertunjukkan musik orkestra. Djuki Ridwan (54) adalah “konduktor” yang menyelaraskan keterampilan 150 pekerja pilihan dalam membawakan karya Nyoman Nuarta. Ia bertungkus-lumus selama 28 tahun.

Continue reading “Tokoh di Balik Perakitan GWK”

Tepian Surgawi – Bali Barat

PERJALANAN

Tepian Surgawi

KOMPAS/PUTU FAJAR ARCANA (CAN) 10-06-2018

Para nelayan memancing senja hari di Selat Bali saat air laut surut.

Boleh jadi para petualang Barat seperti Miguel Covarrubias, yang menjelajah Bali tahun 1930-an, luput memetakan tepian barat dari pulau kecil ini. Meski menjuluki Bali sebagai ”the last paradise” dalam buku Island of Bali (1937), Covarrubias tak menyinggung Gilimanuk. Padahal, di kisaran Bali belahan barat ini menghampar keindahan yang tak habis-habis direguk.

Continue reading “Tepian Surgawi – Bali Barat”