Pulau Merak Kecil – Banten

Obyek Wisata

Keindahan Tersembunyi Pulau Merak Kecil

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS (BAY) 28-07-2018

Sejumlah wisatawan bercengkerama di Pulau Merak Kecil, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (28/7/2018). Pulau itu berada tidak jauh dari Pelabuhan Merak.

Pulau Merak Kecil yang terletak di ujung barat daya Pulau Jawa nyaris tersembunyi. Namun, posisinya itu malah menarik minat wisatawan untuk melepas penat sambil menikmati panorama hijaunya pemandangan, kapal-kapal besar tengah berlayar, dan kawasan industri Cilegon dari kejauhan.

”Sebentar. Tunggu dua orang lagi,” seru penjual tiket kepada juru mudi perahu, Sabtu (28/7/2018) sekitar pukul 16.00. Tak lama kemudian, perahu berkapasitas 10 orang itu penuh dan bertolak dari dermaga kayu di Pantai Mabak. Matahari tak lagi bersinar garang dan permukaan laut cukup tenang.

Angin sepoi yang membelai wajah terasa nyaman saat perahu melaju. Tak sampai lima menit, perahu itu merapat di Pulau Merak Kecil. Papan bertuliskan ”Selamat Datang di Wisata Bahari Pulau Merak Kecil” menyambut para wisatawan. Pulau Merak Kecil masih dalam wilayah Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten.

Sore itu, 15 wisatawan tampak asyik berenang. Wisatawan lain bercengkerama di tepi pantai berpasir putih dengan latar belakang Pelabuhan Merak. Tampak pula hijaunya pepohonan di perbukitan yang mengelilingi Pelabuhan Merak.

Di salah satu sudut Pulau Merak Kecil tampak sepasang calon pengantin melakukan pemotretan pranikah. Fotografer sedang mengabadikan momen itu dengan latar belakang matahari terbenam yang cantik. Di kejauhan, kapal-kapal datang ke Pelabuhan Merak atau berlayar menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Sejumlah kapal nelayan membuang sauh tak jauh dari Pulau Merak Kecil.

Pulau yang luasnya sekitar 1 hektar itu bisa dikelilingi dengan berjalan kaki santai kurang dari 15 menit. Menjelang senja, para wisatawan berhenti berenang, berkemas-kemas, atau beranjak menuju perahu. Pulau Merak Kecil masih terjangkau sinyal telepon seluler sehingga wisatawan tinggal menghubungi awak perahu yang bisa menjemputnya sewaktu-waktu.

Susmiatun Hayati (31), pengunjung dari Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, mengatakan, Pulau Merak Kecil mudah dicapai bagi warga Kota Cilegon dan sekitarnya karena jarak yang relatif dekat. Cilegon sebagai kota industri tidak punya banyak tujuan wisata.

Pulau Merak Kecil berada di sebelah barat Kota Cilegon dengan jarak sekitar 10 kilometer. Jika ingin ke lokasi wisata ternama, seperti Anyer di Kabupaten Serang, warga Kota Cilegon harus menempuh jarak sekitar 30 km.

Susmiatun yang rumahnya berjarak sekitar 3 km dari perbatasan Kota Cilegon itu sangat menikmati wisata ke Pulau Merak Kecil dengan pantai pasir putihnya ”Pulau Merak Kecil menjadi tujuan wisata untuk bersantai di tengah hiruk pikuknya Kota Cilegon,” katanya.

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS (BAY) 28-07-2018

Kapal-kapal besar kerap menjadi bagian dari panorama yang dilihat para pengunjung Pulau Merak Kecil.

Dikelola warga

Pulau Merak Kecil boleh dibilang belum populer. Tampak dari jumlah pengunjung yang masih rendah. Pada hari biasa hanya sekitar 50 orang per hari dan akhir pekan lebih kurang 200 orang per hari.

Penjual tiket perahu ke Pulau Merak Kecil, Rasito (32), mengatakan, tarif menyeberang ke pulau itu Rp 15.000 per orang. Sejak pukul 07.00, wisatawan sudah bisa menyeberang ke Pulau Merak Kecil. Wisatawan bisa bermain di pulau itu hingga pukul 17.30.

Dia mengatakan, pulau itu sebetulnya sejak puluhan tahun lalu sudah menjadi tujuan wisata, tetapi kurang populer. Namun, sejak tiga tahun lalu pamornya mulai naik. Pantainya pun makin bersih dan tertata. Itu terjadi setelah dikelola 10 warga Kelurahan Mekarsari secara serius dan bermitra dengan nelayan setempat.

Setiap hari nelayan menyiapkan 10 perahu untuk mengantar dan menjemput wisatawan. Para pemuda setempat juga membentuk kelompok wisata bernama Anak Pulo yang bertugas membersihkan pulau, menyediakan bangku, dan lainnya.

Selain itu, Krakatau Fin Swimming (KFS), sebuah komunitas perenang, juga aktif membersihkan sampah di laut sekitar Pulau Merak Kecil setiap akhir pekan. Komunitas beranggota sekitar 70 orang itu terbentuk pada 2011. Mereka juga menempatkan beberapa tempat sampah di Pulau Merak Kecil.

Pengelola pulau ini juga menyediakan pakaian renang, tikar, ban, dan lainnya yang bisa disewa pengunjung. Biaya sewa tikar, misalnya, Rp 15.000 per lembar dan tarif sewa ban Rp 20.000 per unit. Di sana juga dilengkapi kamar ganti dan kamar kecil.

Pelataran parkir di Pantai Mabak bisa menampung hingga 100 mobil dan 300 sepeda motor. Tarif parkir mobil Rp 10.000 dan sepeda motor Rp 5.000. Lama parkir tidak dibatasi waktu.

Pulau Merak Kecil terletak di sebelah barat Jakarta dengan jarak sekitar 100 km. Menuju pulau itu melalui Pantai Mabak di Cilegon, tidak jauh dari kantor Polsek Mabak atau sekitar 1,5 km dari Pelabuhan Merak.

Di samping pintu gerbang Pantai Mabak terpasang spanduk bertuliskan ”Wisata Pulau Merak Kecil dan Pulau Merak Besar”. Tarif penyeberangan ke Pulau Merak Besar Rp 25.000 per orang pergi-pulang. Meski demikian, pulau itu tak terlalu populer. ”Di Pulau Merak Besar hanya terdapat pepohonan rimbun serupa hutan. Wisatawan lebih banyak datang ke Pulau Merak Kecil,” ucap Rasito.

Rasito mengatakan, Pulau Merak Besar lebih alami dengan hewan seperti biawak, kepiting, dan monyet. Pemilik perahu di Pantai Mabak juga melayani para pemancing. Mereka biasanya mengail tak jauh dari Pulau Merak Kecil mulai malam hingga pagi hari.

Gilang Aditya (19), warga Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mengaku telah memperoleh manfaat dengan menjadi anggota komunitas Anak Pulo. ”Saya mendapatkan upah dengan menawarkan ban dan tikar sewaan serta membersihkan Pulau Merak Kecil,” ujarnya.

Upah itu tak tentu, tetapi jika jumlahnya besar, dia bisa mendapatkan hingga Rp 50.000 per hari. Kolaborasi Anak Pulo dengan KFS membuat Pulau Merak Kecil kian ramai dikunjungi. Para pengunjung tidak semata dari wilayah Banten, tetapi juga Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Yogyakarta. Namun, Pulau Merak Kecil masih jarang dikunjungi wisatawan asing.

Oleh : Dwi Bayu Radius

Harian Kompas, 12 Agustus 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *